Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutinan yang dilakukan oleh jama’ah masjid Jami’ Ja’far Muhammad Al-Qohtoni.
Thoriqoh Naqsyabandiah merupakan salah satu tarekat dalam ajaran tasawuf Islam yang berfokus pada penyucian hati, penguatan keimanan, dan pendekatan diri kepada Allah Swt. Tarekat ini berakar dari ajaran para ulama sufi dan dinisbatkan kepada Syekh Bahauddin Naqsyabandih. Ciri khas Thoriqoh Naqsyaband adalah menguatkan zikir secara khafi (zikir dalam haati), sehingga seorang murid diajak untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan tanpa harus selalu melafalkannya dengan suara keras.
Dalam prakteknya, Thoriqoh Naqsyabandiah mengajarkan menjaga syariah Islam sebagai landasan umat, kemudian memperkuatnya dengan pembinaan akhlak, disiplin beribadah, serta bimbingan seseorang mursyid yang memiliki sanad keilmuan yang jelas. Melalui latihan spiritual yang istiqomah, seorang pengamal diharapkan mampu membersihkan hati dari sifat-sifat tercela seperti riya, sombong, dengki, dan cinta dunia yang berlebihan.
Tujuan utama Thoriqoh Naqsyabandiah bukanlah mengejar keistimewaan atau karamah, melainkan membentuk pribadi yang bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki kedekatan yang kuat kepada Allah Swt. Nilai-nilai yang diajarkan dalam tarekat ini juga mendorong setiap pengamal untuk tetap aktif dalam kehidupan bermasyarakat, bekerja dengan jujur, menjaga silaturahmi, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Dengan demikian, Thoriqoh Naqsyabandiah menjadi salah satu jalan pembinaan spiritual yang mengajarkan keseimbangan antara ibadah, akhlak, dan kehidupan sehari-hari. Melalui zikir, muhasabah, serta bimbingan yang berkesinambungan, seorang muslim diharapkan mampu meraih ketenangan hati dan semakin dekat kepada Allah Swt.
| Luas Area | 100 m2 |
| Luas Bangunan | 80 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 1986 |