Selasa, 13 Oktober 2026

Terbit : Jum, 14 Agustus 2026

Pelatihan Pembuatan Ecoprint dengan Teknik Pounding

Oleh : jafar muhammad Uncategorized
Pelatihan Pembuatan Ecoprint dengan Teknik Pounding

Minggu, 9 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan ecoprint dengan teknik pounding bersama ibu-ibu Muslimat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan doa dan pembacaan Surah Al-Fatihah. Selanjutnya, materi pelatihan disampaikan oleh Ibu Titi Fauzi selaku pemateri.

Dalam penyampaian materi, Ibu Titi Fauzi menjelaskan mengenai ecoprint serta memberikan gambaran kepada peserta mengenai proses pembuatannya. Peserta juga diarahkan untuk mencari berbagai referensi dan dokumentasi tentang ecoprint melalui Google agar memiliki gambaran lebih jelas mengenai teknik dan hasil yang dapat dihasilkan.

Ecoprint merupakan teknik untuk menghasilkan motif pada kain atau bahan tekstil dengan memanfaatkan bentuk dan warna alami dari daun maupun bunga. Dalam pelatihan ini, teknik yang digunakan adalah pounding, yaitu memindahkan bentuk dan warna alami tanaman ke permukaan kain dengan cara memukul atau menumbuk bahan tanaman tersebut.

Berbagai jenis daun dan bunga dapat digunakan dalam pembuatan ecoprint. Pemateri menjelaskan bahwa bahan yang dapat dimanfaatkan cukup beragam, di antaranya daun pepaya Jepang, daun talang, daun karsem, daun wuluh, bunga sepatu, dan bunga kenikir. Selain pemilihan bahan, jenis kain juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Kain mori serta bahan-bahan yang memiliki daya serap baik dinilai lebih sesuai untuk digunakan dalam proses ecoprint.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik secara langsung yang dimulai sekitar pukul 14.02. Peserta terlebih dahulu menyiapkan berbagai perlengkapan, seperti plastik, talenan, palu, air minum, dan totebag yang akan digunakan sebagai media ecoprint. Masing-masing peserta kemudian memegang totebag untuk melakukan praktik.

Peserta selanjutnya mengambil daun dan bunga yang telah disiapkan. Bahan-bahan tersebut kemudian diletakkan di atas totebag yang sebelumnya telah dilapisi talenan. Setelah itu, totebag dan bahan tanaman ditutup menggunakan plastik agar lebih aman ketika dipukul. Peserta kemudian mulai memukul daun dan bunga dengan palu secara perlahan dan merata.

Proses pemukulan dilakukan hingga bentuk dan warna dari daun maupun bunga mulai berpindah dan menempel pada permukaan totebag. Peserta juga diarahkan untuk memperhatikan kekuatan pukulan agar hasil motif tetap merata dan tidak merusak bahan. Jika terdapat bagian yang dirasa belum cukup, peserta dapat menambahkan daun atau bunga lainnya dan melanjutkan proses pemukulan.

Mahasiswa KKN turut membawa berbagai jenis daun dan bunga untuk digunakan dalam praktik, di antaranya daun pepaya Jepang, daun talang, bunga sepatu, bunga kenikir, daun karsem, dan daun wuluh. Dengan beragam bahan tersebut, peserta dapat mencoba membuat motif ecoprint dengan bentuk dan perpaduan warna yang berbeda-beda.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Tidak hanya ibu-ibu Muslimat, beberapa mahasiswa KKN juga turut mencoba praktik pembuatan ecoprint. Hasil karya yang dibuat peserta menunjukkan beragam bentuk motif dari daun dan bunga yang menghasilkan tampilan unik pada totebag. Beberapa totebag bahkan telah dihias dengan berbagai kombinasi daun dan bunga hingga menghasilkan motif yang menarik.

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Titi Fauzi juga memberikan arahan dan pendampingan kepada peserta selama proses praktik. Setelah proses pemukulan selesai, peserta mendapatkan arahan mengenai tahap lanjutan dalam perawatan hasil ecoprint, termasuk proses perendaman dan pengeringan. Hasil totebag dianjurkan untuk direndam selama kurang lebih tiga menit, kemudian diangin-anginkan hingga kering dan tidak dijemur langsung di bawah sinar matahari agar warna yang dihasilkan tetap terjaga.

Di akhir kegiatan, Ibu Titi Fauzi menyampaikan pengalaman selama mempelajari dan mempraktikkan ecoprint, memberikan evaluasi terhadap hasil karya peserta, serta menyampaikan pesan dan saran untuk pengembangan keterampilan tersebut. Peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik kembali apabila masih ingin memperdalam teknik pembuatan ecoprint.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berharap kegiatan ecoprint dapat menjadi salah satu keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar, ecoprint juga dapat menjadi kegiatan kreatif yang menghasilkan produk seperti totebag dengan motif yang unik dan bernilai guna.

Kegiatan kemudian ditutup oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama ibu-ibu Muslimat, mahasiswa KKN, serta dosen pembimbing.

Jami' Ja'far Muhammad Al-Qohthoni
Jl. Badak, dusun Ayamalas RT 02 RW 12 Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap
Luas Area100 m2
Luas Bangunan80 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri1986
  • Selamat datang di Jami' Ja'far Muhammad Al-Qohthoni Desa Ayamalas Kecamatan Kroya